Menu Close

Kata-Kata Senja

foto: suara.com

Banyak yang saat ini mengelu- elukan senja, tidak hayal bila pencari senja hendak lebih banyak dari pada fajar umuk timur. Walaupun senja menghantarkan ke kegelapan, banyak orang yang menggemari indahnya fenomena sore hari penghantar ke hitam malam itu. Corak langit yang menguning yang setelah itu berubah jadi orange, memerah, sampai si mentari terbenam serta tidak dapat kita amati lagi pada hari itu.

Berawal dari suatu foto gambar terbentuk suatu deskripsi inspirasi dari fenomena dalam gambar tersebut, apalagi kadangkala tersimpan perkata bijaksana, ataupun apalagi, pilu, dapat pula rindu. Bergantung dari perasaan serta suasana dikala kita berjumpa senja kala itu, apalagi dapat pula suatu ekspresi kebahagian serta kegembiraan.

Berikut merupakan kata kata mutiara tentang senja termotivasi dari jepretan- jepretan gambar serta diiringi atmosfer hati tidak terbatas. Mudah- mudahan perkata senja berikut bisa menginpirasi.

Rindu memanglah berat. Tetapi lekas atasi rindu yang berat supaya tidak jadi rindu kronis. Berikut merupakan sebagian perkata senja buat mengatakan rindumu. Mudah- mudahan lekas berjumpa.

Semacam masa kecil, senja ditatap bukan sebab dia indah saja, tetapi sebab dia tiba cuma sekejap.

Semerbak rindu kuasai hawa panas ini. Senja juga turut berdebar menanti beritamu tentang perang serta cinta.– Jerinx

Sama semacam matahari yang tidak sempat membenci senja, mengucapkan selamat tinggal kala waktunya telah habis.– Tere Liye

Terkadang senja menegaskan pada rumah, pada orang- orang yang membuat hati kita rindu buat kembali.– Iwok Abqary

Hiduplah semacam senja, dia tiba buat senantiasa memperkenalkan ketenangan serta dikala dia berangkat, dia membuat kerinduan di dalam hati.

Walaupun cuma sejenak, senja setelah itu beranjak serta meninggalkan kesan yang sangat pendek. Sempatkanlah bersyukur.

Seperti seseorang pacar, senja pula mendatangkan kerinduan. Dikala mau berjumpa, kita wajib menunggu lebih dulu. Sama halnya semacam dirimu, saya wajib rela menunggu, walaupun itu lama yang terutama saya sanggup melepas rindu.

Hendak datang masanya di mana rindu tidak lagi perlu temu, bukan pula tercantum hadirnya orang yang baru, tetapi hati yang sudah beku; sangat lama menunggu hadirnya dirimu”.- Equeenta

Jadilah si malam supaya kau dapat merasakan rindu, serta jadilah engkau senja supaya kau ketahui rasanya menunggu.

Kutuliskan rindu di malam yang indah ini, tetapi tidak buat kau baca. Sebab rindu ini sesungguhnya sudah kau titipkan di tepian senja.

Bila dia tidak sendu, dia bukan senja. Bila dia tidak hening serta sepi, dia pula bukan senja. Terlebih bila dia tidak meninggalkan rindu. Dia bukan senja.

Walaupun kita ditakdirkan buat berjauhan, tetapi ingat kita masih memandang senja yang sama yang terbenam di ufuk barat, yakni senja.

Bila kau rindu pada seorang, tiba serta tataplah senja saat sebelum dia berubah malam. Titipkan pesan serta rasa rindumu padanya.

Langit menghitam, senja sudah berangkat. Angin sepoi menyudahi bertiup sejenak, serta saat ini tinggal tersisa rindu di dalam hati yang belum pernah kutitipkan pada senja.

Walaupun dia tiba buat menenangkan, tetapi dikala dia berangkat membuat kegundahan, sebab rindu ini belum pernah ku sampaikan.

Semacam rindu, dia tiba sekejap buat melepas kerinduan serta kegundahan hati yang lama membekas.

Senja bawa angin sore yang mengantarkan pesan- pesan kerinduan untuk mereka yang menatapnya sampai malam datang.

Perasaan kembali melebur di ujung hari yang terik ini. Kata kita, sudah berganti jadi saya serta kalian. Kau juga saat ini lama- lama berangkat, menghilang bak senja yang terisap pekatnya malam hari serta tubuh ini tergerogoti agin malam yang bertiup terus menjadi kencang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *